My Fav Quote

Thursday, December 02, 2010

Di Awal Bulan Terahir 10

Begitu banyak peristiwa telah terjadi sepanjang tahun ini.
Hingga dipenghujung bulan terakhir ini, aku akhirnya seolah aku menemukan suatu hal yang baru yang kemudian aku angap suatu "pertanda" seperti yang pernah ku baca dalam buku Alkemis.
Tanpa sengaja semuanya terketahui.... Benar-benar tanpa suatu usaha apapun.  Mengalir begitu saja. 
Secara perlahan, diriku seolah dibawa untuk mengetahui bebberapa peristiwa yang mungkin memang perlu tuk ku ketahui.  Kemudian ada suatu inspirasi yang ku anggap sebagai suatu berkat, sebab ketika kuusahakan untuk bertanya secara langsung tetapi tiada suatu jawaban dan kepastian yang ku peroleh.

Akan tetapi kusadari kemudian... bahwa mengetahui suatu kebenaran tidaklah mudah...
Ada suatu proses yang sangat berat harus dilalui...
Ada suatu pergumulan antara menerima kebenaran tersebut dan juga keinginan agar harapan yang ada dalam dirikulah yang juga akan terjadi...
Sedih rasanya ketika kupaksakan diriku untuk mau menerima suatu fakta bukan seperti harapan yang ada dalam diriku.

Sumba di sore hari
Sempat aku bertanya kepada Sang Pengatur segalanya...."Mengapakah IA mengijinkan berbagai peristiwa terjadi, sehingga aku akhirnya memiliki sutau harapan dalam hatiku... Mengapa IA membiarkan harapan bertumbuh dalam diriku jika akhirnya aku harus membunuh harapan tersebut ?"  Cukup lama aku tenggelam dalam kekecewaan tersebut...dalam suatu kemarahan yang tak mampu tersalurkan...dalam suatu kondisi binggung dan juga tidak mengerti harus bagaimana bersikap.

Kemudian suatu ketika, seolah-oleh aku diberi suatu inspirasi...ku anggap berbagai peristiwa dan juga berbagai masukkan dari teman-teman sebagai suatu pertanda dari Sang Pengatur. Apa yang DIA harapakan ? 
Jika diriku tidak keliru memaknainya, seolah aku merasa DIA menginginkan diriku untuk belajar mengasihi dengan tulus ikhlas... Bersyukur atas berbagai peristiwa...  Bersyukur bahwa diriku diberi suatu kesempatan untuk mengasihi dan belajar mengasihi.

Ahhh... alam semesta...langit dan bumi... bantulah diriku ini... yang sering terjebak dalam situasi yang tidak mampu kuhindari... saat diriku tidak mampu mengendalikan perasaan...harapan dan impian dan juga keinginanku sendiri.  Bantulah aku untuk dapat tekun dan setia terhadap bimbingan agar keseluruhanku sungguh berjalan selaras dengan kehendakNYA bukan kehendak diriku.  Bantulah aku tuk mampu memiliki keikhlasan yang sejati... dan biarlah diriku kembali merasakan bebas lepas...

Semoga restu langit dan bumi kumiliki tuk dapat berjalan sesuai dengan mimpiMU... mensyukuri setiap tapak yang harus kujalani... 

Inilah keberadaanku seutuh-utuhnya...yang tersadari serasa sangat rapuh...!!!

Tuesday, November 30, 2010

Akhir November 10

Apakah segala sesuatu harus diakhiri dengan perasaan nyaman dan bahagia...???
Apakah artinya kalau ada kekecewaan...kesedihan dan juga kehilangan...???
Bukankah setiap peristiwa memiliki makna ?
Bagaimana cara memaknainya dengan tepat ?
Bagaimana cara membunuh suatu harapan ?
Apakah setiap harapan harus berkembang dan berbuah menjadi kedalam suatu realita ?

Wahai alam semesta... berkatalah sepatah kata saja ?

Thursday, October 28, 2010

Bagaimana ???

Aku tidak tahu bagaimana bercerita dengan baik tentang "kekacauan" yang sedang terjadi dalam diri...
Dalam sekian pergumulan yang datang secara beruntun, terasa telah membuat "kekeringan" dalam inti batin yang terdalam.  Rasanya aku ingin berlari... lari...lari...menjauh, untuk mencari tempat yang teduh.  Dimana aku sangat rindu untuk hanya berdiam saja.  Menikmati keberadaan diriku seutuhnya... menenggok kekedalam sanubari yang tak pernah diperhatikan dengan sangat baik... mencari mimpi yang DIA inginkan untuk dibangun melalui diri ini... bercakap-cakap mesra bersama Sang Pemilik...berbagi vision ... menumbuhkan harapan dan menguatkan langkah yang telah terasa goyah ini.

Dalam kekekeringan kali ini, kesedihan menyertai dengan lekat.  Hingga sangat sulit sekali tuk berpikir jernih...sulit tuk melihat dengan jernih dan tenang
Terasa sulit tuk bersabar dan sangat sulit tuk meyakini bahwa pada saatNya akan tiba giliran tuk bersuka cita.  Bukankah hidup itu ibarat roda pedati ?
Ini adalah saat dimana diriku sedang diijinkan untuk berada dibawah.
Merasakan kerikil-kerikil tajam... merasakan gesekan dengan aspal, tanah dan pasir...merasakan panas dan basahnya jalanan... Sampai kapankah ?

Adakah kesebaran akan menyertai saat kerikil-kerikil menusuk-nusuk, gesekan yang sedang mengauskan semangat dan harapan, dan saat panas dan dingin menerpa merasuki sanubari dan kalbu???

Saat seperti inikah yang IA rasakan berada di taman Getsemani waktu itu ?? Terasa sendiri dan sunyi.

Aduuhh...mampukan kulihat cahaya dan menguatkan harapan...

Sunday, October 03, 2010

Gusti

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tidak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau ukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali,
ku sebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah...
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah...
keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan NIkmat dunia kerap menghampiriku.

Ku perlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak putusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"


Pusi : W.S. Rendra

Friday, September 17, 2010

Pada Tikungan

Pada tikungan itu
Saat mentari memerah senja
Kala terlihat harapan dan ketiadaan
Ku menoleh dan menengadah mencari panduan

Persis ditikungan itu
Kebinggungan dan kembimbangan datang menerpa
Keraguan dan keinginan beradu dalam kalbu
Berharap ada pertanda muncul
Atau... kebebranian timbul...

Di tikungan itu...
Tertinggal diri yang masih mencari-cari
Makna dari setiap peristiwa
Arti dari sinar mata
Impian dalam pesona senyuman

Pada sebuah tikungan...
Ku cari tuntutan bagi tangan kecil ku ini...
7 Sept 2010, siang hari, ditengah hutan dipinggir sungai Kampung Nasem
Penuh dengan burung-burung bangau putih.  Sangat indahhh !!
Tempat terindah yang kutemui di Merauke ini...!

Sunday, August 29, 2010

Ku rindukan

Telah berlalu 100 hari
Dalam kenanganku engkau belum berlalu
Masih terasa hidup...nyata...dan sulit tuk terhapus
Bahkan, terkadang aku tidak menyadari bahwa engkau telah tiada, Bapak...

Persis pada saat kesadaranku akan ketiadaan dirimu timbul dalam hatiku...saat itulah kesedihan menyerbu
Dan kerinduan akan mendera
Rindu akan suara
Rindu akan canda
Rindu akan omelan
Rindu akan nasehat
Rindu akan pelukkan

Rindu ku tuk menyajikan kopi kesukaanmu
Rindu ku tuk berdialog dan bertanya banyak hal padamu
Rindu ku tuk dapat membahagiakanmu seperti harap yang pernah ku dengar saat itu..

Tetapi... kesempatan itu telah berlalu...

Kadang saat sendiriku, aku sungguh sangat merindukan dirimu, Bapak ku terkasih....
Ingin rasanya ku dengar kembali suara itu... yang sering menanyakan kabar ku...
Sekali saja...pintaku...
Suara yang ku harapkan masih dapat ku dengarkan bertahun-tahun ke depan...
Tetapi nama BABE di HP ku tidak pernah muncul lagi...tidakpernah lagi nama itu menderingkan HP ku...

Aku kehilangan..
Aku belum siap...
Aku masih ingin diberi kesempatan tuk bisa memeluk dirimu...
Ku masih ingin diberi waktu tuk mendengar banyak pengalamanmu...
Ku masih ingin diberi kemungkinan untuk dapat membahagiakanmu...

Tetapi...
DIA yang adalah pemilik segalanya
Lebih mengasihi engkau, Bapakku..
Sang Pencipta jiwa kita...
DIA menginginkan engkau bersamaNYA dalam firdaus indahNYA

Ku yakin Bapak berbahagia disana...
Ku imani DIA memberikan yang sangat indah bagimu Bapakku, yang tidak mampu kami berikan...
Tersenyumlah bagiku dari surga indah itu...
Kirimi aku doa-doamu dari surga yang dimana tempat DIA berada...
Bukankah kalian sangat dekat sekali saat ini ??

Lihatlah putri ini...
Bacalah kerinduan hati ini, Bapakku...
Dekaplah aku dalam ketakutanku...
Hadirlah...dalam kerinduanku...
Kuatkanlah aku dalam penjiarahanku ini...
Ajari aku dari surga itu...

Hadirlah dalam mimpiku...
Hadirlah dalam inspirasiku...
Hadirlah dalam rinduku...

Salam kasih yang mendalam dari putri ini...

Tersenyumlah bagiku, Bapak..
Tersenyumlah...

Friday, July 30, 2010

Kuatkan daku...

Sebentar lagi bulan Juli 2010 ini akan berakhir...
Banyak peristiwa terjadi sepanjang bulan ini...ada yang sangat berkesan dan membekas dalam hatiku, dimana kutemukan kesempatan menjadi begitu akrab secara tidak terduga... melalui rangkaian peristiwa yang sangat padat dan banyak menuntut waktu dan energi tersebut.

Sungguh sangat kusyukuri seluruh pengalaman di bulan Juli ini...walaupun sangat melelahkan secara fisik dan bathin tetapi Engkau telah memberkatinya hingga hampir berakhirlah Juli ini esok hari.
Sebelum sang Juli berakhir, ijinkan daku bertanya padaMu Sang Pengatur segalanya..."Apakah Engkau sengaja memberikan seluruh kesempatan tersebut kepada diriku untuk dilalui ??"  Apakah Engkau juga mengetahui akibatnya terhadap perasaan dalam hati ku ini ?? 
Seolah-olah hampir kumiliki sesuatu yang indah akibat keakraban tersebut...tetapi setelah seluruh rangkaian kesibukkan tersebut berakhir....aku merasa berakhir jugalah seluruh keakraban itu...dan kemudian muncullah kemudian perasaan ragu dalam hatiku Tuhan....terutama saat ku dengar kata-kata "seiman".

Apakah Engkau tahu ketakutanku saat ini ?  Apakah Engkau tahu bagaimana aku menjadi berhambar hati pagi ini ??  Bagaimanakah sesungguhnya perasaan yang bercokol dalam hati orang tersebut ? Apakah ini semua hanya kepentingan pekerjaan dan profesionalisme semata ?  Apakah diriku salah menempatkan hati ini ? Apakah Engkau memang membiarkan diriku melalui perasaan dan peristiwa ini ?
Apakah yang Engkau harapkan dari padaku ya Tuhanku...?
Apakah sebenarnya yang Engkau rencanakan ??
Hampir hancur sudah diri dan hatiku ini... 
Bagaimanakah caranya tuk tetap kuat ?? Bisikkanlah kedalam telingaku...biar kutahu...

Iman dan pengharapan yang hidup akan Engkau tumbuhkanlah disaat seperti ini...
Agar tetap ku yakin akan indahnya rencanaMU pada waktunya dan jangan ijinkan hal-hal yang negatif merusak hubungan kita yah Tuhanku...
Entahlah...bagaimana cara yang paling baik untuk mengutarakannya padaMU...akupun tak tahu...sungguh-sungguh tidak tahu....!

Doaku adalah...
Biarkan aku merasa seperti yang Engkau inginkan hatiku ini merasa...
Ijinkan aku berfikir seperti yang Engkau inginkan tuk kepalaku fikirkan...
Mampukan aku berbicarakan hal-hal yang Engkau inginkan tuk bibirku katakan...
dan ...
Biarkanlah seluruh keberadaanku ini berharga dimataMU wahai Sang Pemilik Segalanya...Pemilik dan Pencipta jiwaku...
Apakah ini cukup bisa Engkau terima ya Tuhanku ??

Search This Blog